Apa penyebab bau mulut? Ini Jawabanya

bau mulut

Apa penyebab bau mulut? - Bau mulut merupakan masalah kesehatan umum yang sangat mempengaruhi aktivitas sehari-hari banyak orang. Bau mulut yang tidak sedap memang tidak sedap bagi mereka yang kontak dekat dengan penderita bau mulut. Masalahnya diperparah dengan trauma psikologis yang berujung pada depresi. Orang yang menderita masalah ini terisolasi dari masyarakat. Bahkan dapat menyebabkan perselisihan dalam rumah tangga.

 

Secara harfiah, setiap orang mempunyai bau mulut. Rongga mulut mengandung jutaan bakteri anaerob, seperti fusobacteria dan actinomycetes, yang berperan dan memecah protein dalam makanan. Akibat proses ini, dihasilkan gas berbahaya seperti hidrogen sulfida, metil mescaptan, kadaverin, scotch, putresin, dll., yang menimbulkan bau tidak sedap. Jika kebersihan mulut tidak dijaga dengan baik, semua orang akan menderita bau mulut. Kebanyakan dari kita mengatasinya dengan menyikat gigi, menyikat lidah, dan berkumur secara teratur. Bahkan dengan kebersihan mulut yang baik, beberapa orang menderita bau mulut karena sejumlah alasan yang memerlukan diagnosis dan pengobatan yang tepat.

 

Beberapa penyebab umum bau mulut:

 

1. Kebersihan mulut yang buruk

 

Jika kebersihan mulut tidak dijaga dengan baik, mulut menjadi tempat berkembang biak jutaan bakteri yang menghasilkan gas berbahaya dengan menguraikan sisa makanan. Bau mulut sangat penting bagi mereka yang tidak rutin menyikat gigi dan membersihkan mulut setiap habis makan. Bahkan camilan yang diminum di sela-sela waktu makan pun dapat menyebabkan bau mulut karena pembersihan yang tidak tepat.Bau mulut sering kali terjadi saat Anda bangun tidur di pagi hari. Sekresi air liur berkurang saat tidur. Air liur memiliki sifat antibakteri yang membantu menjaga kebersihan mulut. Air liur mengandung molekul oksigen, yang diperlukan agar rongga mulut menjadi aerobik. Oleh karena itu, mengurangi jumlah ini saat tidur merupakan kondisi yang menguntungkan bagi bakteri anaerob.

 

2. Kebiasaan makan

 

Penyebab utama bau mulut adalah pemecahan protein oleh bakteri, dan oleh karena itu semua makanan kaya protein berkontribusi terhadap bau mulut. Daging, ikan, produk susu, telur, kue, kacang-kacangan, pir dan lain-lain dapat menyebabkan bau mulut. Bahan makanan tertentu dapat menghasilkan jenis bau tertentu yang tidak sedap. Bawang mentah dapat menghasilkan bau tidak sedap yang khas. Mereka mengatakan sebuah apel sehari membuat dokter menjauh dan bawang mentah sehari membuat semua orang menjauh. Makan kacang juga bisa menyebabkan bau mulut. Namun jika dibersihkan dengan benar, bau dapat dikurangi apapun jenis makanannya. Waktu makan yang tidak teratur juga bisa menyebabkan bau mulut. Makan kecil di antara waktu makan juga bisa menyebabkan bau mulut.

 

3. Biofilm

 

Lapisan lengket tipis yang disebut biofilm terbentuk pada selaput lendir lidah dan mulut. Lapisan ini tebal di bagian belakang lidah tempat jutaan bakteri Gram negatif dapat terlihat. Lapisan tebal di lidah selalu dikaitkan dengan bau mulut. Bahkan biofilm yang tipis pun dapat menciptakan kondisi anaerobik yang mendukung pertumbuhan bakteri.

 

4. Karies gigi

 

Ini adalah proses destruktif yang menyebabkan dekalsifikasi dan kerusakan pada email dan dentin, sehingga menyebabkan kavitasi email. gigi Ini terutama diproduksi oleh laktobasilus. Partikel makanan disimpan di rongga ini dan bakteri anaerob memecahnya, menghasilkan bau yang tidak sedap. Menyikat gigi secara normal tidak mudah menghilangkan sisa makanan sehingga membusuk sempurna. Karies sering terjadi pada anak usia sekolah dan mereka yang tidak menjaga kebersihan mulut dengan baik. Perkembangan karies juga bisa dipengaruhi oleh kekurangan kalsium dan vitamin.

 

5. Gingivitis

 

Gusi adalah selaput lendir dengan jaringan ikat kuat yang menutupi tepi rahang, tempat menyangga gigi. Fungsi utama gusi adalah perlindungan. Gingivitis adalah peradangan pada gusi. Karena berbagai sebab, jaringan gusi menjadi meradang sehingga menyebabkan pembengkakan, nyeri, dan pendarahan. Ketika kondisinya memburuk, infeksi menyebar ke area periodontal dan menyebabkan pendarahan terus menerus yang disebut gingivitis. Terkadang infeksi menyebar, menyebabkan alveoli mengeluarkan cairan bernanah. Infeksinya bahkan bisa mencapai tulang dan menyebabkan osteomielitis. Semua kondisi ini dapat menyebabkan bau mulut.

 

6. Gusi yang surut

 

Saat gusi terlepas dari gigi, akan timbul lubang yang mengumpulkan partikel makanan dan menyebabkan bau mulut.

 

7. Plak dan timbunan karang gigi 

 

Plak dan karang gigi menumpuk terutama di antara gigi dan gusi. Ini melindungi terhadap makanan dan bakteri yang menyebabkan bau mulut.

 

8. Lesi dan plak ulseratif

 

Hampir semua lesi ulseratif di mulut berhubungan dengan bau mulut. Lesi ini bisa disebabkan oleh bakteri, virus, alergi makanan atau penyakit autoimun. Sariawan merupakan lesi ulseratif yang paling umum terjadi. Lainnya termasuk herpes, infeksi jamur, angina Vincent, mononukleosis menular, cacar air, difteri, reaksi obat dan lain-lain. Bisul menyebabkan bau mulut yang parah. Semua infeksi jamur menghasilkan lapisan putih (kandidiasis). Leukoplakia adalah suatu penyakit.